Rabu, 07 September 2011

dialaog antara dua kata hatiku

A : apa yang kau suka dari lelaki itu?
B : matanya, tidak pernah aku melihat yang seperti itu.
A : tapi masih banyak yang lebih baik dari matanya. dia hanya terlihat sedih dengan mata yang seperti itu.
B : biarlah, aku tidak tahu apa yang membuatku terus membayangkan dirinnya. membayangkan dia bercakap cakap denganku. bercerita tentang beberapa hal. seperti suatu malam, ketika kami pertama bertemu.
A : apa yang kau suka dari percakapan kalian?
B : bukan, tapi senyumnya. dia selalu tersenyum saat aku melontarkan lelucon ringan. entahlah, saat itu aku melambung.
A : bagaimana dengan wanitanya?
B : aku tidak tahu, memang sepertinya dia tidak punya kekasih .tapi..
A : tapi?
B : aku tahu dia menyukai seorang wanita. dan mungkin perasaannya sudah mendalam.
A : lalu kau?
B : jangan bercanda! aku tidak lebih dari gadis bodoh yang hanya bisa membuatnya tersenyum geli karena kebodohanku. dan itu sama sekali tidak anggun.
A : memangnya kau tahu wanita mana yang disukainya?
B : aku pikir aku tahu. aku pernah bertemu dengannya sekali. dan dia anggun, sangat perempuan. pantas lah untuk lelaki itu. kalau mereka disandingkan mungkin serasi.
A : bagaimana kau tahu kalau itu adalah wanitanya?
B : entahlah. aku pernah-dengan-bodoh bertanya padanya, siapa wanita itu. dan dia hanya menjawab "cuma sahabatku". tapi aku menafsirkannya berbeda. karena aku membaca sesuatu yang pernah ditulisnya..
A : apa itu?
B : intinya, dia berharap datang lebih awal. untuk memiliki seseorang. dan itu jelas jelas bukan aku. aku sendiri sekarang. tidak mungkin dia berharap bertemu denganku lebih awal. sama sekali bukan.
dan aku pernah mendengar perbincangannya dengan seorang teman, dia membicarakan wanita tadi. dia bilang, wanita itu adalah kekasih sahabatnya. sepertinya hipotesisku benar. dan aku tumbang.
A : lalu kenapa kau masih mengiriminya pesan singkat?
B : aku hanya ingin memulai sebuah perbicangan dengannya, seperti saat itu.
A : saat kapan?
B : saat sebelum aku melakukan kebodohan..
A : apa?
B : saat itu aku kalap. karena melihatnya berakrab akrab ria dengan wanita yang kita bicarakan tadi -makin kuat hipotesisku- lalu aku menyakan padanya. seperti yang aku ceritakan tadi.
ditambah aku langsung mengaku bahwa aku sempat menyukainya. dan responnya sangat sangat datar. sejak itu dia seperti menjauhiku.
A : sebelumnya bagaimana cara dia menanggapimu?
B : yah, cukup ceria. balik bertanya. memakai emoticon senyum...
A : apa kau tetap menyukainya saat ini?
B : tidak tahu .tapi aku berdebar debar saat melihatnya. saat menatap mata sayu itu.
A : kau berharap?
B : TIDAK! mungkin aku akan tetap menjadi sosok yang diam dian mengaguminya dari belakang. aku akan sembunyikan hal ini dengan rapi.
A : bodoh! kalau seperti itu kau akan sakit!
B : biarlah, nanti aku juga akan bosan. aku tahu, aku faham. dia tidak akan menoleh sedikitpun kepada wanita sepertiku. saat ini aku hanya bisa membuatnya nyaman denganku. bukan berharap terlalu tinggi. masih bisa bercanda dengannya itu sudah merupakan hal yang baik. aku tidak mau membuatnya gusar karena kehadiranku. tapi sejujurnya, aku sangat sangat berharap dia membalas rasaku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar